Kalian tau rek, aku habis liatin foto-foto kita waktu di geraji, dan aku kangen kalian rek. Seolah nggak muka cemberut digambar itu. Aku bener-bener kangen masa-masa sama kalian dulu rek. Bercanda bareng, ngobrol bareng, cerita bareng, nonton film bareng, apa-apa kita bareng rek. Kalian inget itu kan itu rek. Bener kata orang, masa paling indah itu masa SMA. Dan aku sudah dapet masa TERINDAH itu sama kalian. Bukan sama orang lain ataupun kelas lain. Cuma kalian. GERAJI the best ever. Aku nyesel bukan karena kita dulu pernah bercerai-berai tapi kenapa secepet ini kita harus berpisah. Aku belum puas kumpul sama kalian. Aku belum puas ketawa sama kalian rek. Kalian, kalian, kalian, Cuma kalian yang ada dihati ini dulu sekarang esok dan selamanya. Aku sayaaaaaang sama kalian rek. Pokoknya aku gak mau tau, nanti setelah ujian dan bla-blanya ini tuntas dan kita bebas kita WAJIB jalan bareng, main bareng, jalankan semua rencana liburan kita. hanya KITA, GERAJI, dan BUNDA ENY. Apapun yang terjadi jangan lupain aku ya rek, ruang pojok yang kitas sebut XI IPA 1, bunda kita bunda eny, dan segala sesuatu yang kita lakuin bareng. Kalian nggak akan sirna dimakan waktu rek. Loveyou somuch :*
fauziafirdaus.blogspot.com
Kamis, 03 November 2011
Rabu, 02 November 2011
kapan giliranku??
Semuanya indah dimataku. Hidupmu dan hidupmu teman. Kalian beruntung. Semua yang ada pada diri kalian sangat mendukung. Membuat lelaki melirik. Begitu sempurna. Bak biola paris yang menawan. Dan aku sangat tak suka dengan posisi seperti ini. Ditengah kalian yang memiliki idaman hati. Sedang aku?? Apa idaman hatiku?? Siapa idaman hatiku?? Dia?? Dia hanya mimpi. Tapi kalian begitu nyata indahnya. Apalagi saat kalian datang padaku dan bilang “ituuuul, aku ditembak!”. Kalian berpolah seperti orang yang sedang ujian matematika dan lupa rumusnya. Linglung. Mondar-mandir kayak setrika. Terus maksud kalian bilang ke aku itu buat liat kebingungan kalian. Toh itu keputusan kalian. Cuma satu, ingat pesanku. Ini selalu yang aku bilang ke kalian “semua ada ditangan kamu. lek iyo-iyo, lek gak-gak, ojok iyo sing gak gak”. Kalian bilang itu dengan rentan waktu yang pendek. Hanya beberapa hari. Aku iri?? Ya, aku iri. Selalu kalian yang bilang “ituul aku ditembak!”. Aku mikir. Kapan giliranku bilang “hey, aku ditembak rek!”. Apalagi kalo kalian bilang “aku lo kemarin habis dikasih ini. Dibeliin ini. Dikado ini. Sama DIA”. Sial! Aku nggak pernah ngerasaain kayak gitu. Kalian beruntung rek. Hidup kalian terlalu indah untuk ku lihat. Satu lagi, jangan pernah terlena sama semua ini. Hidup kalian masih panjang. Tenang, aku selalu ada buat kalian. Walau aku judes, tapi aku ada. Dan nanti, tunggu saja, aku nggak akan bilang “aku ditembak rek!” tapi nanti aku pasti bilang “aku dilamar rek!!”. Tunggu yaaaJ
Lihat aku cinta, kutekan malu ini, untukmu!
aku, kau selalu mencariku. Mencariku hanya untuk menanyakan hal yang tak penting tentang dia. Dia yang kau kejar-kejar. Selalu, apapun yang kau lakukan dan kau rasakan tak pernah luput dari pendengaranku. Semua berjalan lancar. kau dan dia ada komunikasi. Lamban laun, aku dan kau juga semakin dekat. Telephon genggamku selalu bergetar, dan ada namamu disana. “dia sudah punya seseorang diluar sana kah yang ku tak tau?”. Aku tak dapat menjawab itu. Aku tau dia punya seseorang yang telah ia kenal lebih dulu sebelum dirimu. Hanya teman. Dia menganggapmu hanya teman.
Kala itu, aku membeberkan semua tentang dia padamu. Tentang segala yang ku tau padamu. Kecewa. Tampak jelas diwajahmu. Bukan karena tak dapat mendapatkannya. Penyesalan yang kulihat karena seseorang itu lebih dulu mengenalnya daripada dirimu. Mataku menyapu segala perubahan yang terjadi pada wajah manismu. Namun, tetap saja kau selalu mencariku untuk menanyakan hal yang sama, yang sebenarnya sudah kau ketahui. Telingamu terbuka lebar dan matamu mehamai semua tutur kataku yang keluar dari bibir ini tentang dia. Tak ada sanggahan atau apapun itu. Hatimu menelisik dengan seksama.
Segala sesuatu yang kau lakukan, selalu mendapatkan dukunganku. Entah apapun itu. Seolah kau prioritas utama dalam benakku. Ku pandangi sosokmu. Lelaki yang ada saat aku jatuh dan hancur. Kau, sosok yang temani kesendirianku. Dan sekarang, dimana dirimu sekarang?? kau yang selalu hadir dalam benakku ketika ku galau. Kau tak seperti dulu. Semuanya berubah, tak sama seperti dulu. Saat kita duduk berdua, bercengkerama, membahas apapun yang kita inginkan. Namamu yang selalu menghiasi telepon genggamku, seperti dulu. Kau malu mereka tau kedekatan kita?? kau takut dia menjauh karena kedekatan kita?? maaf, jika ini memang salahku terlalu dekat denganmu. Maaf jika kedekatan ini mengganggumu. Mereka membicarakan kedekatan kita. aku malu. Kau malu. Namun apa boleh buat. Ini kenyataannya. Kau mengelakku. Seakan tak mengenalku. Itu lebih memalukan bagiku. Setelah sekian lama kau tiba-tiba seoalah tak mengenalku. Kau melewatiku seakan tak ada aku disana. Aku malu. Aku malu kau perlakukan seperti ini. Tapi biarlah, akan kutekan malu ini, hanya agar dapat melihatmu walau tak sedekat dulu.
Selasa, 01 November 2011
Hey, you! Look at me!
Hey, kamu!! orang masa laluku. Liat aku, aku bisa ketawa tanpa ada kamu, aku bisa bahagia tanpa kamu, aku masih hidup walau tanpa kamu, langit juga masih biru walau tanpa kamu, hujan juga masih air walau bukan kamu yang ada disampingku. Ini lo aku! Cewek yang dulu udah kamu bikin nangis, cewek yang dulu udah kamu bikin gak bisa tidur, cewek yang udah ngorbanin perasaannya buat kamu, cewek yang udah mau nerima kamu, cewek yang udah kamu bikin trauma sama cowok, cewek yang udah kamu bikin hatinya hancur. Ya, itu aku. Kamu masih ingat aku? Aku yang dulu udah kamu buang, aku yang dulu kamu pandang sebelah mata, aku yang dulu gampang percaya sama omonganmu, aku yang dulu mudah terkesima sama kepolosanmu, aku yang dulu percaya sama gombalanmu, dan itu aku dulu. Sekarang semua berubah. Nggak ada lagi airmata karna kamu, apalagi gila sama kamu. ahhh sial!! Benar-benar sial aku ketemu kamu. kamu kabahagiaanku sekaligus kehancuranku. Dulu kamu so sweet, tapi sekarang kamu so shit!
Lihaten! Ini lo aku. Aku bisa berdiri, aku bisa senyum, aku nggak sendiri. Aku punya mereka yang selalu ada buat aku. Nggak salah kalo aku lebih milih mereka daripada kamu dulu, karena memang yang selalu ada adalah mereka bukan kamu. dulu, Cuma aku yang mau dengerin kamu, Cuma aku yang mau ngertiin kamu. sekarang?? Kamu sama siapa?? Siapa yang dengerin kamu?? siapa yang ngertiin kamu?? siapa yang perhatiin kamu?? kalo memang sudah ada penggantiku, ya selamat. Tapi kalo memang belum, itu ganjarannya atas semua yang kamu lakuin sama aku. Kamu sok-sok bahagia dan sok-sok disayangi sama orang sekelilingmu. tapi, nggak usah kayak gitu, aku tau gimana keadaanmu sekarang setelah gak ada aku. Kamu dibuangkan?? Merasa nggak dianggep?? Ya itu yang pernah aku rasain. Itu yang pernah kamu lakuin sama aku.
Dan aku Cuma bisa berkata, “look at me! I have a wonderful live”. Lihat!! Hidupku lebih lebih lebih lebih lebih lebih dan lebih berwarna daripada hidupmu!
brownis I LOVE YOU
Setelah sekian lama aku mati rasa sama yang namanya cowok, tapi murid baru disekolahku ini bikin mataku terpaku. Sebut saja boneka #namadisamarkan. Anak masih dibawah umur ini (dibawah 17thn) bikin aku berhenti jalan waktu ada dia, bikin semua pandanganku tertuju padanya waktu ada dia, waktu seakan berjalan lebih cepet. Ahhh aku lebay yaa?? Tapi itu kenyataannya. Apalagi si boneka ini kalo tak liatin mesti ikut noleh ke aku. Aduh..salting kan aku jadinya. Emang sih masih kelas X, dua tahun dibawahku, masih bau kencur, jalannya juga aneh, tapi dimataku itu semua nggak pengaruh, yang aku tau aku suka sama anak kecil ini.
Kenapa aku sebut dia boneka?? Karena dia guaaaannnteng, imuuuuuut, lucucucucucuuuuuu pollll, kayak boneka. Beneran deh, ini gak ngibul dan juga nggak nggombal. Bener-bener patut dipanggil brownis, brondong manis.
Pengen ya rasanya kenalan sama dia, salaman, sms-an, wall-wall-an, mentions, deket, dan ngobrol sama dia.
Oh god!! Aku gak ngebayangin kalo dia bilang “kenalin mbak, aku boneka”. Hadu hadu hadu, jantungku copot kali yaaa. Bisa-bisa pipis dirok ini aku, sangking deg-degannya. Tapi yang jelas aku pengen ngomong sama dia “hey, brownis, i love you pullll”.
Minggu, 23 Oktober 2011
aku dan "orang" itu
Ini tentang someone yang udah bantuin aku bangkit dari keterpurukan. Ini cowok sama sekali nggak perfect.bahkan Jauuuuhh dari kata sempurna, tapi dia sempurnakan hidupku. Orang ini udah buat aku bilang kalo aku nggak sendirian. Selama aku temenan sama orang ini nggak ada yang perlu aku tutupi dari dia. Aku cerita tentang masa laluku juga sama dia. Mungkin dia gak tau posisiku kayak gimana tapi dia ngertiin aku. Ngerti perasaanku gimana. Ya emang sih kami Cuma temenan, tapi pertemanan kami ini berasa nyaman banget. Yang ada Cuma nyaman aja waktu sama dia. Tapi setelah lama temenan dan deket kayak gitu. Orang ini tiba-tiba sms aku “aku lagi suka sama cewek nih”. Oh god!!! Harusnya aku seneng karena dia juga lagi seneng. Tapi perasaan ini aneh. Aku nggak suka kalo dia suka sama cewek lain. dan sakitnya dia suka sama temenku. Jelous?? Aku cemburu?? Ya, maybe itu yang aku rasain. Aku jeles sama orang yang udah aku anggep kakakku dewe.
Setelah sms dia kayak gitu. Aku sebel, marah, jengkel dan semua berasa jadi satu. Yang ada dalam pikiranku adalah “kenapa harus dia?? Nggak ada yang lainkah, yang aku gak kenal. Padahal selama ini aku yang deket sama kamu. kenapa dia sih??”. Kalimat itu yang nonjok-nonjok hatiku. Dia selalu ngomongin cewek itu. Tanya-tanya tentang cewek itu. Yang paling lucu itu waktu dia sms gini “haduh aku pengen sms anak itu, tapi mau ngomongin apa. Aku lo deg-deg an”. Hahaha lucu banget. Aku baru tau kalo dia lagi suka sama cewek lucunya minta ampun.
Setiap sms, setiap ketemu, dan setiap ada kesempatan selalu yang ditanyain Cuma dia, dia, dan dia. Haduuu aku panas!! Aku pengen bilang ke dia “ jangan sebut-sebut namanya kalo didepanku, karena aku tlah denganmu. Aku yang sama kamu bukan dia”. Dan aku nggak suka dalam posisi kayak gini. Suka sama orang tanpa dia tau. Nostalgia sama masa SMP dulu. 3tahun suka sama orang. Beh, sakiiiiiitttttt!!! Sedih dan sendiri. Tanpa ada orang yang tau.
Orang itu sudah jadi bagian dari hidupku. Tapi sekarang, bagian hidupku berkurang karna dia sudah berubah. Bukan orang yang friendly kayak dulu. Dia nggak mau nyapa aku. Jangankan say hello, nglirik aku aja nggak gimana mau bilang hallo. Aku pengen ngulang waktu kami duduk berdua, ngobrol, ketawa-ketawa, diskusi dan apalah yang kami lakuin bareng. Aku udah terlanjur biasa sama orang ini. jangan gini!! Pliiss balik kayak dulu!! Aku pengen ngobrol banyak sama dia lagi kayak dulu.
Langganan:
Postingan (Atom)